PMC

PT SEKAR DELIMA SETA
(PARADIGM MANAGEMENT CONSULTING)

Address #1:
Jl Pakis Gunung III No. 72-74,
Taman Yasmin, Bogor 16112;
T/F. 62-251-8343112;

Address #2:
Jl. Raya Semplak, Ruko Pelangi No 2,
Bogor Barat;
T: 0812-80041212; 0811-1044374

E-mail/Other web :
agus.hariadi.dp@gmail.com/

» Program

Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001



25 April 2018


winda

Standar Manajemen Lingkungan dimaksudkan untuk memberikan perusahaan-perusahaan suatu kerangka kerja pengelolaan lingkungan yang efektif yang dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya (misalnya, sistem manajemen mutu dan keselamatan kerja) dan untuk membantu perusahaan dalam mencapai tujuan ekonomi dan lingkungannya.

 

Kerangka kerja akan memungkinkan perusahaan tersebut memiliki satu alat dan cara untuk menjaga keberlangsungan dan keandalan pengelolaan lingkungannya dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dimungkinkan karena SML merupakan suatu struktur manajemen yang berbasis Perencanaan – Pelaksanaan – Pemeriksaan dan Tindakan yang memungkinkan kinerja lingkungan akan selalu terkendali dan berkembang.

 

Menurut definisi Standar, Sistem Manajemen Lingkungan (SML) adalah Bagian dari keseluruhan sistem manajemen termasuk struktur organisasi, aktivitas perencanaan, tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk membuat, menerapkan, mencapai, mengkaji dan memelihara kebijakan lingkungan. Frasa pertama dalam definisi ini ‘Bagian dari keseluruhan’ berarti bahwa masalah-masalah lingkungan harus menjadi bagian dari fungsi-fungsi organisasi seperti pemasaran, administrasi, produksi, utilitas, dan bahkan keamanan. Semua fungsi perusahaan, besar atau kecil, memiliki tanggung jawab dan peran terhadap pengelolaan lingkungan. SML bukan semata-mata menjadi tanggung jawab departemen atau seksi lingkungan saja seperti yang umum diterapkan pada masa lalu (baca: perusahaan yang belum menerapkan SML ISO14001). Dengan kata lain setiap orang tidak bisa lagi berkata bahwa masalah lingkungan adalah tanggung jawab departemen lingkungan dan saya tidak mau tahu hal itu. Kata kunci penting lain yang penting adalah bahwa sistem tersebut bertujuan untuk mencapai apa yang ditetapkan dalam kebijakan lingkungan. Tidak lebih atau kurang komitmen dan cakupan penerapan system akan berdasarkan isi dalam kebijakan lingkungan.

 

ISO 14001 ditulis untuk semua jenis, ukuran organisasi dan mengakomodasi berbagai macam kondisi geografi, budaya dan social.

 

Persyaratan-persyaratan Standar mengandung aturan-aturan manajemen yang bersifat generik (umum), suatu kerangka kerja yang dapat diterapkan di semua jenis perusahaan karena berdasarkan pada praktek-praktek yang logis. Tidak mungkin, kita membuat suatu standar manajemen yang spesifik ke suatu sektor pekerjaan, karena dengan demikian Standar tersebut menjadi tidak relevan untuk sektor lain. Misalnya, praktek manajemen yang biasa diterapkan dalam sektor fabrikasi tentu tidak bisa begitu saja diadopsi untuk pabrik kimia atau sebaliknya. Oleh karena bersifat umum seharusnya tidak ada kendala di dalam penyusunan dan penerapan SML ISO 14001 di semua jenis perusahaan (pertambangan, manufaktur, kimia, tekstil) dan terbukti bahwa SML telah diterapkan di berbagai belahan dunia (lebih dari 100 negara), dengan perbedaan budaya dan kondisi sosial.

 

SML ISO 14001 untuk Kepentingan perusahaan

 

Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan, semakin ketatnya peraturan-peraturan lingkungan dan tekanan dari pasar kepada perusahaan-perusahaan mengenai komitmen terhadap lingkungan. Perusahaan perlu memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang efisien and efektif. Di dalam menguji keandalan sistem para pemasoknya, perusahaan-perusahaan ini telah melakukan kajian atau audit lingkungan untuk menilai kinerja lingkungannya (atau yang biasa disebut audit pihak kedua). Tetapi untuk menyakinkan bahwa sistem perusahaan-perusahaan telah memenuhi dan secara terus menerus dapat memenuhi persyaratan-persyaratan internasional ini maka banyak perusahaan perlu melibatkan pihak independent sebagai penilai sistem mereka. Dari perspektif ini maka muncullah badan-badan sertifikasi yang menjembatani antara kebutuhan calon konsumen dengan para pemasok dalam masalah kinerja lingkungan.

 

Standar Spesifikasi SML (ISO 14001) berisi persyaratan yang dapat diaudit dengan obyektif bagi proses sertifikasi

 

Kalangan bisnis, perdagangan, manufaktur dan jasa membutuhkan informasi tentang kualitas manajemen lingkungan suatu perusahaan, tetapi mereka tidak mungkin melakukan proses verifikasi tersebut sendiri. Kondisi ini yang mendorong keberadaan Sertifikasi Standar Sistem Manajemen Lingkungan sebagai alat bantu untuk mendapatkan jaminan bahwa rekan bisnis, pemasok, dan lain-lain perusahaan-perusahaan terkait juga turut atau bahkan memiliki bukti komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Sedangkan ISO 14004:1996 tidak berfungsi sebagai standar untuk perolehan sertifikasi tetapi berguna sebagai – pedoman umum mengenai prinsip, sistem dan teknik pendukung. Badan independen (sertifikasi) tidak dapat melakukan sertifikasi berdasarkan Standar ISO14004. Standar yang digunakan dalam proses audit sertifikasi adalah ISO 14001 diluar Lampiran Standar (terdiri dari 17 klausa).

 

ISO 14001 tidak berisi persyaratan absolut terhadap kinerja lingkungan diluar komitmen, di dalam kebijakan, terhadap kepatuhan dengan peraturan lingkungan yang berlaku dan peningkatan berkelanjutan.

 

Dua organisasi melakukan aktivitas yang sama, dengan kinerja lingkungan berbeda, mungkin berhak terhadap rekomendasi sertifikat ISO atau karena kebijakan lingkunggan (baca komitmen) keduanya berbeda, walaupun persyaratan minimum Standar telah dipenuhi. Standar ISO 14001 tidak menilai kinerja lingkungan perusahaan, misalnya apakah semua parameter pencemaran (air, udara, padat) telah memenuhi persyaratan-persyaratan peraturan lingkungan atau belum, tetapi Standar melihat keberadaan dan keefektifan sistem kerja perusahaan tersebut dalam menangani masalah-masalah lingkungan termasuk jaminan bahwa persyaratan peraturan dan pemenuhannya sudah menjadi bagian dari praktek pengelolaan lingkungan. Selain itu, perusahaan menunjukkan perbaikan terus menerus terhadap kinerja sistem atau upaya-upaya untuk menerapkan pencegahan pencemaran dengan produksi bersih. Dasar pemikirannya adalah “Adopsi dan implementasi rangkaian teknik manajemen lingkungan dengan cara yang sistematik dapat membantu hasil/keluaran yang optimum bagi semua pihak terkait.

 

ISO 14001 tidak dimaksudkan untuk menangani dan tidak mencakup persyaratan dari aspek manajemen kesehatan dan keselamatan kerja tetapi tidak membatasi perusahaan yang berniat untuk mengintegrasikan kedua elemen dari sistem tersebut.

 

Interseksi antara masalah K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dan Lingkungan sangat besar. Kalau dilihat bahwa Standar mendefinisikan lingkungan sebagai segala sesuatu yang berada disekitar kita termasuk udara, air, tanah, flora dan fauna, serta manusia, maka jelas bagi kita bahwa manusia merupakan area yang dicakup oleh lingkup SML. Artinya, manusia (para karyawan) merupakan obyek dari dampak lingkungan perusahaan sehingga harus dikurangkan dampaknya, walaupun secara manajemen tradisional ‘kesehatan’ manusia sudah dicakup dalam SMK3. Pencemaran gas-gas buang pembakaran di dalam pabrik merupakan contoh aspek lingkungan dengan dampak berupa pengurangan kesehatan karyawan tetapi masalah ini juga menjadi perhatian kalangan K3.

 

SML ISO 14001 dan Hambatan perdagangan


Standar ini, seperti standar internasional lain, tidak dimaksudkan untuk menciptakan hambatan perdagangan non-tarif atau untuk meningkatkan atau merubah kewajiban-kewajiban hukum perusahaan. Pendapat terhadap perkembangan ISO sebagai alat negara-negara maju untuk menciptakan hambatan bagi perusahaan-perusahaan negara berkembang di dalam berkompetisi di pasar mereka tidaklah benar. Karena SML ISO 14001 tidak mewajibkan perusahaan di Indonesia, misalnya, untuk memenuhi persyaratan teknis peraturan-peraturan di benua tersebut. Dalam satu kasus, perusahaan Indonesia yang cukup memenuhi persyaratan pemakaian bahan kimia yang lebih longgar berhak untuk mendapatkan sertifikat ISO, sedangkan perusahaan yang sama di Eropa mungkin harus memenuhi persyaratan yang lebih ketat.

Penulis sebagai anggota Delegasi Indonesia dalam Pertemuan ke 11 Steering Committee ISO menyaksikan bahwa pada forum tersebut semua negara memiliki kesempatan sama untuk memberikan masukan terhadap proses revisi Standar ISO 14001. Setiap pilihan kata yang terkandung dalam Standar merupakan kompromi terbaik bagi seluruh negara-negara anggota ISO.

 

Draf Standar Internasional ISO 14001: 2015, Klausul 4

4 Konteks Organisasi

 

4.1 Pemahaman organisasi dan konteksnya

 

Organisasi harus menetapkan isu-isu eksternal dan internal yang relevan dengan tujuannya dan yang mempengaruhi kemampuannya untuk mencapai keluaran yang diinginkan dari sistem manajemen lingkungannya. Isu-isu tersebut mencakup kondisi-kondisi lingkungan yang mampu mempengaruhi atau dipengaruhi oleh organisasi.

 

4.2 Pemahaman terhadap kebutuhan dan harapan pihak-pihak terkait
Organisasi harus menetapkan:


– pihak-pihak terkait yang relevan dengan sistem manajemen lingkungan;

– kebutuhan dan harapan-harapan yang relevan (misalnya, persyaratan) dari pihak-pihak terkait ini;

– yang mana dari kebutuhan-kebutuhan dan harapan-harapan ini menjadi kewajiban kepatuhan

 

4.3 Menentukan lingkup sistem manajemen lingkungan

 

Organisasi harus menetapkan batasan-batasan dan lingkup penerapan sistem manajemen lingkungan untuk mencapai lingkupnya.

Ketika menetapkan lingkup ini, organisasi harus mempertimbangkan:
– isu-isu eksternal dan internal yang dirujuk dalam 4.1;

– kewajiban kepatuhan yang dirujuk dalam 4.2;

– unit-unit organisasi, fungsi-fungsi, dan batas-batas fisik;

– kegiatan-kegiatan, produk dan jasa-jasa;

– wewenang dan kemampuan untuk menjalankan kendali dan pengaruh

 

Ketika lingkup tersebut didefinisikan, kegiatan, produk dan jasa yang dapat memiliki aspek penting lingkungan (lihat 6.1.2) harus dimasukkan ke dalam lingkup sistem manajemen lingkungan.

 

Lingkup harus dipelihara sebagai informasi terdokumentasi dan tersedia bagi pihak-pihak terkait.

 

4.4. Sistem manajemen lingkungan

Organisasi harus membuat, menerapkan, memelihara dan meningkatkan secara berkelanjutan sistem manajemen lingkungan, termasuk proses-proses yang dibutuhkan untuk saling berinteraksi, berdasarkan pada persyaratan-persyaratan Standar Internasional ini, untuk meningkatkan kinerja lingkungannya.

 

Organisasi harus mempertimbangkan pengetahuan tentang konteks ketika membuat dan memelihara sistem manajemen lingkungannya.

 


Waktu : 25 April 2018 sampai 25 April 2018
Lokasi : ABC
Konsultan (Contact Person) :







  ASTRA.png  CNOOC.png  ELNUSA.png  emi.png  EQUINOX.png  geolinknusantara.png  hadtex.png  Holcim.png  logo.jpg  pt-smart-tbk.png  SGS.png  Silokerindo-1.png  total.jpg  star.png  tunas-inti-abadi-logo.jpg  V.jpg